Rabu, 19 Juni 2013

Menkeu: Harga BBM Naik, Penyelundupan Berkurang

Penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi merupakan salah satu cara untuk mengurangi penyelundupan BBM yang disebabkan karena besarnya selisih harga BBM dalam negeri dan luar negeri.

"Kalau pemerintah tidak menaikkan harga, maka perbedaan harga domestik dan internasional akan semakin besar dan memicu penyelundupan," kata Menteri Keuangan Chatib Basri dalam jumpa pers APBN-P 2013 di Jakarta, Selasa (18/6).

Menurut dia, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013 alokasi belanja subsidi energi sebesar Rp193 triliun. Sementara dalam APBN-Perubahan 2013 disetujui menjadi Rp199 triliun. Kenaikan dana alokasi subsidi ini menurut dia, lebih hemat dibandingkan bila pemerintah tidak menaikkan harga BBM karena diperkirakan subsidi akan membengkak hingga menjadi Rp297 triliun

"Kalau pemerintah tidak menaikkan harga, volumenya akan naik dari 48 juta kiloliter jadi 53 juta kiloliter akibatnya total subsidi BBM akan jadi Rp297 triliun," katanya.

Pihaknya optimistis dengan naiknya harga BBM subsidi akan menekan volume konsumsi BBM karena perbedaan harga BBM dalam negeri dan internasional menurun.

Hal ini, menurut dia, akan membuat para penyelundup enggan mengambil risiko untuk menyelundupkan minyak ke luar negeri. "Kalau harga dinaikkan, maka perbedaan harga domestik dan luar negeri menurun sehingga insentif untuk penyelundupan juga menurun. Ini akan membuat volume konsumsi menurun dan bertahan di 48 juta kiloliter," katanya.

Penaikan harga BBM bersubsidi, menurut dia, akan diumumkan pemerintah setelah proses administrasi APBN-P 2013 selesai. "Jadi nggak ada upaya untuk menunda, jadi lebih ke proses administrasi," kata dia.

Menurut Menkeu, pemerintah sedang menunggu proses pengesahan APBN-P 2013 yang telah disetujui oleh DPR menjadi Undang-undang dan proses ini membutuhkan waktu karena melewati beberapa institusi seperti parlemen, pemerintah dan Kementerian Hukum dan HAM.

Setelah itu, menurut dia, Kementerian akan mengajukan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) kepada Kemenkeu. Setelah anggaran tersebut cair, baru harga BBM bersubsidi bisa dinaikkan.
Chatib menambahkan bahwa penentuan tanggal kenaikan harga BBM bersubsidi merupakan kewenangan Presiden. 

From http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/06/18/6/162209/Menkeu-Harga-BBM-Naik-Penyelundupan-Berkurang
Baca SelengkapnyaMenkeu: Harga BBM Naik, Penyelundupan Berkurang

Selasa, 18 Juni 2013

Diserbu Pembeli, Sejumlah SPBU Kehabiskan Stok BBM

Jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), masyarakat mulai menyerbu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Akibatnya, sejumlah SPBU kehabisan solar dan premium.

Kondisi itu terjadi SPBU di Jalan Brigjen Dharsono, Kota Cirebon. Pengelola SPBU terpaksa harus memasang papan pengumuman "premium dan solar habis".

''Stok premium dan solar sudah habis diborong para pemilik kendaraan tadi malam,'' kata seorang petugas di SPBU tersebut, Iwan.

Iwan menerangkan, antrian kendaraan baik mobil maupun motor sangat panjang di SPBU tersebut sejak Senin (17/6) malam. Karena itu, pihaknya terpaksa membatasi pembelian BBM hanya Rp 100 ribu per mobil.

''Kalau tidak dibatasi, yang lain tidak akan kebagian,'' tutur Iwan.

Iwan mengungkapkan, biasa mendapatkan pasokan BBM sebanyak delapan ton untuk dua hari. Namun, saat ini pasokan langsung habis diserbu warga.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Edi Tohidi, saat dimintai tanggapannya, menyatakan, belum membuat aturan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jelang kenaikan harga.

Pasalnya, utnuk melakukan hal tersebut, harus melalui rapat terlebih dulu dengan instansi terkait, termasuk dengan Hiswana Migas.

From http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-barat-nasional/13/06/18/moljlp-diserbu-pembeli-sejumlah-spbu-kehabiskan-stok-bbm
Baca SelengkapnyaDiserbu Pembeli, Sejumlah SPBU Kehabiskan Stok BBM

Siapapun presidennya, harga BBM pasti naik

Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya secara mutlak menerima postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013 untuk disahkan menjadi UU APBN-P 2013. Sebanyak 338 anggota DPR menerima postur RAPBN-P 2013. Hanya 108 anggota dewan yang menolak.
Drama pengesahan APBN-P 2013 berlangsung cukup dramatis. Sidang paripurna yang dimulai pukul 10.00 WIB, diwarnai hujan interupsi hingga terpaksa diskors untuk lobi fraksi. Hingga akhirnya sekitar pukul 22.30 WIB, pimpinan sidang yaitu Ketua DPR Marzuki Alie mengetok palu mengesahkan UU APBN-P 2013.
Di luar gedung DPR dan di berbagai daerah di seluruh Indonesia, gelombang demonstrasi terjadi bersamaan dengan sidang paripurna. Sebab, dalam sidang paripurna pengesahan APBN-P 2013 juga memperlihatkan sikap DPR atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Hasilnya jelas, APBN-P 2013 diterima dan disahkan sebagai UU, harga BBM dipastikan naik.
Kenaikan harga BBM bukan kebijakan baru bagi rakyat Indonesia. Rata-rata, setiap presiden pernah mengambil keputusan menaikkan harga BBM. Dari enam orang presiden, hanya Habibie yang tidak pernah menaikkan harga BBM. Wajar saja mengingat masa kepemimpinan Habibie hanya seumur jagung yakni hanya 18 bulan duduk menjadi orang nomor satu di negeri ini.
Meski tak ada angka pasti berapa kenaikan dan kapan kenaikan pada zaman kepemimpinan Presiden Soekarno, dokumen pada Biro Perancang Negara tahun 1965 menyebutkan jika kenaikan BBM di massa itu untuk membantu pemerintah dalam membangun sektor pendidikan, kesehatan, dan perumahan.
Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, harga BBM mengalami beberapa kali kenaikan. Pada 1991, Soeharto menaikkan harga BBM dari semula Rp 150 menjadi Rp 550 per liter. Dua tahun kemudian, pada 1993, Soeharto kembali menaikkan harga BBM dari menjadi Rp 700 per liter. Hingga akhirnya saat krisis ekonomi menghantam Indonesia, harga BBM naik menjadi Rp 1.200 per liter pada 5 Mei 1998.
Setelah rezim Soeharto runtuh dan digantikan Habibie, tidak ada sejarah kenaikan BBM. Hal ini cukup wajar mengingat masa kepemimpinan Habibie yang hanya seumur jagung. Habibie hanya 18 bulan menjadi presiden atau terhitung sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Selama masa kepemimpinannya, Habibie justru menurunkan harga BBM dari Rp 1.200 menjadi Rp 1.000 per liter.
Di awal-awal masa kepemimpinannya, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menurunkan harga BBM menjadi Rp 600 per liter pada April 2000. Namun tidak berselang lama tepatnya Oktober 2000, harga BBM kembali naik menjadi Rp 1.150 per liter. Pada Juni 2011, Gus Dur kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 1.450 per liter.
Presiden Megawati Soekarnoputri juga pernah menerapkan kebijakan yang sama. Pada Maret 2002, Megawati menaikkan harga BBM dari Rp 1.450 menjadi menjadi Rp 1.550 per liter. Mega kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 1.810 per liter pada awal Januari 2003.
Selama dua periode kepemimpinan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiga kali menaikkan harga BBM dan tiga kali pula menurunkan harga BBM. SBY menaikkan harga BBM menjadi Rp 2.400 per liter pada Maret 2005. Harga BBM kembali naik menjadi Rp 4.500 per liter pada Oktober 2005. SBY kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 6.000 per liter pada 23 Mei 2008.
Di penghujung 2008 atau menjelang Pemilu 2009, SBY menurunkan harga BBM menjadi Rp 5.500 per liter. Harga BBM turun lagi menjadi Rp 5.000 per liter pada 15 Desember 2008. SBY kembali menurunkan harga BBM menjadi Rp 4.500 per liter pada 15 Januari 2009.
Di penghujung kekuasaannya kali ini, pemerintahan SBY kembali akan menaikkan harga BBM. SBY sudah beberapa kali menjelaskan alasannya mengambil kebijakan yang tidak populis ini. Salah satunya karena tidak ingin membebani presiden periode berikutnya.


From http://www.merdeka.com/uang/siapapun-presidennya-harga-bbm-pasti-naik.html

Baca SelengkapnyaSiapapun presidennya, harga BBM pasti naik

Cegah penimbunan BBM, Polres Cilacap siagakan 800 personel


              Pemerintah belum mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi secara resmi, namun Kepolisian Resor (Polres) Cilacap menyiapkan 800 personel untuk pengamanan distribusi hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut.

Kepala Polisi Resor Cilacap, Ajun Komisaris Besar Polisi Wawan Muliawan mengatakan, 800 personel dipersiapkan mulai dari pendistribusian BBM dari depo-depo di Cilacap hingga SPBU.

"Kita sudah melakukan pengawasan terus menerus sejak awal dengan menempatkan 2 personel dengan sistem shift di setiap SPBU yang ada di Cilacap," katanya, Selasa (18/6/2013).

Pengamanan tersebut, kata Wawan, dilakukan untuk mengantisipasi adanya aksi spekulan yang berniat menimbun BBM. Saat ini, jumlah SPBU yang ada di Cilacap saat ini sekitar 26 unit.

"Antisipasi ini dilakukan agar tidak terjadi aksi borong oleh para spekulan di SPBU yang ada," jelasnya.

Polres Cilacap sebelumnya menangkap tiga tersangka yang melakukan penimbun BBM bersubsidi di salah satu gudang di Desa Jetis Kecamatan Nusawungu Cilacap. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita 875 liter BBM bersubsidi.

From http://www.merdeka.com/peristiwa/cegah-penimbunan-bbm-polres-cilacap-siagakan-800-personel.html
Baca SelengkapnyaCegah penimbunan BBM, Polres Cilacap siagakan 800 personel

Demo BBM, Puluhan Mahasiswa Tutup Sebagian Jalan Diponegoro

Puluhan mahasiswa Universitas Bung Karno melakukan aksi penolakan terhadap rencana pemerintah mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM), Selasa (18/6/2013) petang. Mereka melakukan aksinya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, tepat di depan Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Tak hanya menutup Jalan Diponegoro, mahasiswa juga membakar ban. Mereka memblokade jalan dengan menggunakan kayu. Sehingga, hanya menyisakan satu ruas dari tiga ruas jalan yang ada.

Akibat blokade tersebut, lalu lintas di sepanjang Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat menjadi tersendat, karena pengendara kendaraan bermotor dan mobil memperlambat laju kendaraan mereka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada aparat kepolisian yang terlihat di lokasi demonstrasi untuk mengamankan aksi mahasiswa dan mengatur lalu lintas.

Dalam tuntutannya, para mahasiswa tersebut meminta agar pemerintah membatalkan rencana mencabut subsidi BMM. Mereka menilai, kebijakan yang diambil pemerintah tersebut hanya akan menyengsarakan rakyat. Bantuan yang akan diberikan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM dianggap bukan solusi terbaik untuk mengentaskan kemiskinan.

From http://megapolitan.kompas.com/read/2013/06/18/19174231/Demo.BBM..Puluhan.Mahasiswa.Tutup.Sebagian.Jalan.Diponegoro
Baca SelengkapnyaDemo BBM, Puluhan Mahasiswa Tutup Sebagian Jalan Diponegoro

Senin, 17 Juni 2013

Pengaruh nilai oktan pada mesin bermotor


Polusi udara yang telah terjadi selama ini sebagian besar disebabkan oleh keberadaan kendaraan bermotor sebagai alat transportasi, yang pada akhirnya dibarengi pula oleh peningkatan kebutuhan akan bahan bakar sebagai sumber energi utama moda transportasi. Bahan bakar minyak yang dipergunakan pada kendaraan terdiri dari beberapa jenis, di pasaran perbedaannya ditunjukkan dengan nilai oktan dan akan dapat memberikan berbagai dampak ke lingkungan akibat prosses pembakarannya. Kondisi jalan sebagai lintasan moda transportasi merupakan faktor yang dapat juga memicu tumbuhnya tingkat pencemaran di sekitarnya. Di prediksi, kurang lebih 70% pencemaran udara diakibatkan oleh emisi kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan gas-gas berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan. Penelitian ini sepenuhnya dilakukan di laboratorium, dipergunakan tiga jenis bahan bakar dengan nilai oktan yang berbeda, Premium beroktan 88, Pertamax beroktan 92, dan BioPertamax beroktan 91, kemudian diberikan perlakuan variasi putaran mesin mulai dari 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm, dan 4000 rpm. Setiap bahan bakar diberikan perlakuan pengulangan sebanyak lima kali pada masing-masing putaran mesin dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik gas buang yang keluar dari kendaraan ke lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan nilai oktan dari bahan bakar pada putaran 2500 rpm untuk kadar emisi gas CO bagi bahan bakar : Premium dengan nilai oktan 88 adalah 0,415%, Pertamax dengan nilai oktan 92 adalah 0,556%, dan Bio Pertamax dengan nilai oktan 91 adalah 0,273%. Begitu pula dengan gas CO2, gas HC, dan gas NOx juga dipengaruhi walaupun sangat kecil. Efek variasi putaran mesin serta penggunaan bahan bakar yang nilai oktannya berbeda terhadap karakteristik emisi gas buang setelah di analisis dengan statistik menunjukkan pengaruh yang signifikan, kadar gas CO dan gas HC mendapatkan indeks pengaruh negatif sedangkan kadar gas CO2 dan NOx mendapatkan indeks pengaruh positif. Jika dibandingkan dengan laju kendaraan di jalan dari data sekunder sebagai pembanding dengan putaran mesin yang diujikan di laboratorium, serta kepadatan kendaraan diidentikkan sebagai faktor yang mempengaruhi putaran mesin maka pencemaran udara yang diakibatkan oleh karakteristik jalan terhadap gas CO memberikan indeks pengaruh yang negatif. Nilai oktan bahan bakar dan variasi putaran mesin berpengaruh signifikan terhadap karakterisitik emisi gas buang. Kepadatan kendaraan dan kondisi jalan dapat menjadi pemicu tingkat konsentrasi gas CO sebagai pencemar udara di sekitarnya.

From : http://cahsmb.mywapblog.com/pengaruh-nilai-oktan-pada-mesin-bermotor.xhtml
Baca SelengkapnyaPengaruh nilai oktan pada mesin bermotor

Happy Shell (2 tetes 10 Keunggulan)

HAPPY SHELL adalah cairan penghemat bahan bakar yang berfungsi menaikkan oktan pada bahan bakar kendaraan anda baik untuk premium maupun solar. Happy Shell merupakan program atau produk kedua dari PT. DNI selain kartu chip penghemat pulsa. Happy Shell terbuat dari bahan alami minyak astiri yang aman untuk kendaraan anda. cara pemakaiannya cukup 2 tetes per liter yaitu anda teteskan ke tangki bahan bakar kendaraan anda maka Happy Shell akan membersihkan ruang pembakaran sehingga tarikan jauh lebih enteng. happy shell menyatu dengan bahan bakar sehingga membuat konsumsi bahan bakar anda lebih irit bahkan lebih dari 30% luar biasa bukan ?

HAPPY SHELL sebagai produk penghemat BBM yang inovatif berusaha memberikan solusi buat kendaraan anda! Baik Motor ataupun Mobil Anda dengan 2 tetes mendapat 10 Keunggulan


Happy Shell, Harga Rp. 45.000,-/botol isi 30 ml ( 600 tetes )


KEUNGGULAN “HAPPY SHELL”
Berikut akan kita sebutkan secara gambaran umum keunggulan produk penghemat “HAPPY SHELL” :
1. Tarikan Mesin motor akan menjadi lebih Enteng, ini langsung sekian menit dari kondisi setelah kita beri Happy Shell. Jadi ini efek yang instan tidak perlu menunggu 2-3 hari seperti produk-produk lain.
2. Membersihkan mesin dan ruang bakar.
3. Menaikkan Angka Oktan dari BBM Anda
4. Anti Ketukan “Knocking”
5. Melumasi komponen ruang bakar, sehingga kondisi mesin lebih terjaga dingin
6. Menambah Oksigen di dalam BBM dan ruang Bakar, sehingga meningkakan kalori mesin
7. Membersihkan kerak karbon secara bertahap
8. Mengurangi biasa perawatan motor/mobil
9. Mesin jadi lebih mudah si starter
10. Meningkatkan tenaga dan performa mesin dan Hemat Bahan Bakar Hingga 35%

Harga Produk “Happy Shell” :
1. Harga Member baru Rp. 20.000,- per Botol (Harga Subsidi Pendaftaran)
2. Harga Member Repeat Order Rp. 35.000,- per Botol (Member pembelian ulang)
3. Harga Jual Rp. 45.000,- per botol (Non Member)
4. Harga Card Agency ada beberapa harga. Silakan hubungi kami untuk menjadi card Agency.
Happy Shell adalah produk yang di khususkan buat member/jaringan PT. DUTA NETWORK INDONESIA. Sehingga untuk medapatkannya harus melalui member/leader atau Card Agency yang tersebar di seluruh Indonesia. Bagi Anda yang tertarik dengan Produk kami dan juga ingin memasarkannya silakan hubungi kami. Informasi mengenai Duta Network juga bisa di lihat di www.dni.co.id
Baca SelengkapnyaHappy Shell (2 tetes 10 Keunggulan)